Cari Blog Ini

Laman

Minggu, 22 Desember 2013

Materi Sosiologi Kelas X

Did U Know ?
           I.            SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MEMPELAJARI HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT
A.    Perkembangan Ilmu Sosiologi
1.      Sejarah Perkembangan Ilmu Sosilogi
a.      Perkembangan Sosiologi pada abad XIX
Perkembangan ilmu sosiologi  di Prancis berawal dari hasil krya pemikiran Claude Saint Simont, Auguste Comte, dan Emile Durkheim. Saint Simon adalah guru Auguste Comte. Saint Simon adalah pemikir positivis yang mendahului Auguste Comte. Saint Simon menegaskan bahwa studi fenomena sosial harus didasarkan pada teknik ilmiah seperti halnya yang digunakan untuk mempelajari sains.  Banyak karya Saint Simon yang dikembangkan oleh Auguste Comte. Auguste Comte lebih mampu mengembangkan karya Saint Simon lebih sitematis.
Auguste Comte adalah orang pertama menggunakan istilah sosiologi. Karena itu, ia disebut sebagai Bapak Sosiologi. Istilah sosiologi diambil dari dua kata, yaitu socius dan logos. Socius berasal dari bahasa Latin yang berarti kawan. Logos berasal dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Dapat disimpulkan sosiologi berarti ilmu yang membicarakan tentang masyarakat.
Awalnya Auguste Comte menyebut sosiologi dengan fisika sosial. Nama fisika sosial menunjukkan bahwa Auguste Comte menyejajarkan sosiologi dengan hard science. Titik konsentrasi fisika sosial lebih difokuskan untuk mempelajari statiska sosial dan dinamika sosial.
Emile Durkheim dikenal sebagai penganut sitem liberalis. Buku karya Emile Durkheim yang terkenal adalah The Rules of Sociological Method. Emile Durkheim tidak menyukai kekacauan sosial (chaos). Buku karya Emile Durkheim terinspirasi dari adanya kekacauan yang ditimbulkan proses perubahan sosial. Kondisi yang mengakibatkan terjadinya Revolusi Prancis pada saat itu adalah pemogokan buruh, kekacauan kelas sosial, perpecahan Negara dan gereja serta kebangkitan politik antisemitisme. Antisemitisme adalah konflik yang muncul akibat tindakan penganiayaan. Penganiayaan tersebut dilakukan terhadap agama, etnik, dan kelompok ras. Durkheim berpendapat bahwa kekacauan sosial dapat dikurangi melalui reformasi sosial.

b.      Perkembangan Sosiologi Abad XX
Perkembangan sosiologi semakin variatif. Apabila tokoh terdahulu dikenal sebagai tokoh teori sosiologi klasik. Memasuki abad XX Anthony Giddens mulai mengembangkan teoti sosiologi kotemporer. Ia menjelaskan bahwa modernisasi akan menghancurkan berbagai pihak yang menentang adanya kondisi tersebut. Fokus teori Anthony Giddens adalah strukturisasi dan agen. Mekanisme modern memilii kekuasaan yang lebih besar jika dibandingkan agen yang menjalankan modernisasi tersebut.
c.       Perkembangan Sosiologi pada Saat Ini
Perkembangan ilmu sosiologi secara signifikan terlihat mulai tahun 2000 hingga saat ini. Hal tersebut terbukti dengan adanya kajian ilmu sosiologi industri, sosiologi kesehatan, sosiologi hukum, sosiologi perdesaan, sosiologi perkotaan, sosiologi keluarga, sosiologi pendidikan, sosiologi politik, sosiologi agama, sosiologi militer, patologi sosial, perubahan sosial, dan sosiologi budaya.
2.      Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya
Tokoh sosiologi berasal dari Prancis dan Jerman. Mereka memiliki konsep teoritis yang diakui kebenarannya oleh anggota masyarakat.
a.      Auguste Comte
Auguste Comte disebut sebagai bapak sosiologi (the founding father of sociology). Teori Auguste Comte yang terkenal adalah hukum tiga tahap. Hokum ini digunakan untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manuia dari masa primitive hingga memasuki peradaban Prancis pada abad XIX yang dapat dikatakan telah maju.
b.      Emile Durkheim
Teori yang terkenal dari hasil pemikiran ilmiah Emile Durkheim adalah teori bunuh diri (suicide). Teori bunuh diri diperoleh berdasarkan korelsi antara integrasi dan bunuh diri. Apabila integrasi kuat, bunuh diri lemah dan sebaliknya.
Solidaritas sosial dibedakan menjadi dua bentuk: solidaritas mekanik (mudah ditemukan pada masyarakat yang masih terbelakang). Dan solidaritas organis (karena adanya system pembagian kerja).
Tiga tipe bunuh diri: egoistic suicide (adanya tekanan yang berlebihan atau kurangnya ikatan sosial). Heroistic suicide/altruistic suicide (adanya tekanan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang karena dianggap tidak pantas di lingkungan masyarakat). Amomie (karena seseorang kehilangan cita-cita atau norma hidup).
c.       Max Weber
Weber mengenalkan konsep teori verstehen, rasionalitas dan tindakan sosial, serta etika Protestan. Teori yang paling terkenal adalah teori etika Protestan. Teori Protestan berhubungan dengan semangat kapitalisme.
d.      Karl Marx
Teori yang terkenal dari Karl Marx adalah perjuangan kelas dan alienasi. Menurutnya, masyarakat kapitalis digolongkan dalam dua kelas, yaitu kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas buruh (proletar). Dan alienasi diartikan sebagai keadaan yang dikuasai oleh kekuatan-kekuatan struktual sehingga membatasi individu untuk mengembangkan kreativitas dan memperoleh kesejahteraan.
e.       Ferdinand Tonnies
Ferdinand Tonnies adalah sosiolog dari Jerman. Teorinya yang terkenal adalah konsep masyarakat gemeinschaft (paguyuban: bentuk kehidupan masyarakat) dan gesellschaft (patembayan: kehidupan bersama untuk jangka pendek) serta evolusi masyarakat tanpa kemajuan (berkaitan dengan kerinduan masyarakat gesellschaft pada pola hubungan masyarakat gemeinschaft.
f.       Talcott Parsons
Melalui karyanya yang berjudul The Social System, Talcott Parsons menjadi tokoh sosiologi yang dominan di Amerika. Buku tersebut membahas tentang fungsionalisme struktural. Menurutnya, masyarakat akan tetap survive ketika variable-variable berpola atau system tindakan telah menjalankan keempat fungsinya, yang dikenal dengan konsep AGIL.
g.      C. Wright Mills
C. Wright Mills mengembangkan teori sosiologi modern dengan pokok pikiran khayalan sosiologi (the sociological imagination). Khayalan sosiologi dapat dikembangkan melalui dua konsep pemikiran, yaitu troubles (masalah yang muncul dalam pribadi seseorang akibat adanya pertentangan pola pikir) dan issues (dorongan yang muncul dari luar pribadi manusia untuk menentukan dan menyikapi suatu kondisi).
B.     Konsep Dasar Ilmu Sosiologi
1.      Pengertian Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu pengetahun yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat.
a.      Pitirim A. Sorokin
Sosiologi merupakan ilmu  pengetahuan yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbale balik antara gejala sosial dan gejala non sosial.
b.      Roucek dan Warren
Sosiologi merupakan ilmu  pengetahuan yang mempelajari hubungan antara manusia denagn kelompok-kelompok sosial.
c.       William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff
Sosiologi sebagai proses penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial masyarakat yang menghasilkan organisasi sosial.
d.      Selo Soemardjan dan Selo Soemardi
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.
e.       Karel J. Veeger
Sosiologi selau menunjau perilaku manusia yang berkaitan dengan stuktur sosial kemasyarakatan.
            Secara keseluruhan, Sosiologi merupakan ilmu  yang mempelajari hubungan sosial kemasyarakatan melalui proses interaksi sosial diberbagai bidang yang saling berhubungan.
2.      Ciri dan Hakikat Sosiologi
Sosiologi berperan sebagai ilmu murni (pure science) yang digunakan untuk mengembangkan kualitas ilmu pengetahuan itu sendiri.
a.       Ciri Ilmu Sosiologi
1.      Empiris (nyata)
2.      Teoritis (kesimpulan logis)
3.      Kumulatif (berdasarkan teori yang sudah ada)
4.      Nonetis (pembahasan)
b.      Hakikat Ilmu Sosiologi
1.      Sosiologi merupakan ilmu sosial
2.      Sosiologi termasuk dalam disiplin kategoris
3.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science)
4.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak
5.      Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan definisi dan pola umum
6.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional
7.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum
c.       Objek Studi Sosiologi
1)      Masyarakat
Kehidupan masyarakat terhimpun dari berbagai macam kelompok sosial. Jenis kelompok sosial dibedakan menjadi dua, yaitu kelompok sosial teratur dan tidak teratur.
Bentuk kelompok sosial teratur:
1.      Berdasarkan jumlahnya (kelompok primer dan sekunder)
2.      Berdasarkan tingkat organisasinya (kelompok formal dan informal)
3.      Berdasarkan pola interaksi (kelompok referensi dan membership)
Bentuk kelompok sosial tidak teratur:
1.      Kerumunan (adanya kehadiran individu-individu secara fisik dan tidak teroganisasi)
2.      Publik (kelompok yang bukan kesatuan karena individu-individu tidak pernah bertemu)
3.      Massa (kumpulan orang banyak, mempunyai tujuan yang sama, tetapi tidak berkerumun disuatu tempat tertentu)
2)      Hubungan sosial
Hubungan sosial adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok hingga membentuk proses interaksi sosial.
Proses pelaksanaan hubungan sosial ada 2 bentuk: asosiatif (interaksi sosial yang mengarah pada kesatuan) dan disosiatif (interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan).
d.      Kegunaan Ilmu Sosiologi
1.      Perencanaan sosial
2.      Pembangunan
3.      Pemecahan masalah sosial
4.      Penelitian
e.       Paradigma Sosiologi
1.      Fakta sosial
2.      Definisi sosial
3.      Perilaku sosial
4.      Integrative
f.       Peran Ilmu Sosiologi
Peran berkaitan dengan hak dan kewajiban yang dilakukan oleh sesorang berdasarkan kedudukan yg dimiliki. Peran berkaitan dengan profesi kerja yang harus dilaksanakan oleh seseorang secara professional. Profesi kerja yang sesuai dengan ilmu sosiologi: sebagai ahli riset yang berhubungan dengan kegiatan penelitian atau kegiatan ilmiah, sebagai konsultan yg membantu sesorang atau masyarakat untuk menentukan kebijaksanaan yang mengarah pada proses perbaikan, sebagai teknisi yang ikut terlibat dalam kegiatan dan perencanaan program kerja masyarakat, sebagai pendidik khusus mata pelajaran sosiologi.
g.      Cabang-cabang Ilmu Sosiologi
1.      Sosiologi keluarga
2.      Sosiologi pendidikan
3.      Sosiologi hukum
4.      Sosiologi politik
5.      Sosiologi pembangunan
6.      Sosiologi perdesaan dan perkotaan
7.      Sosiologi gender
C.    Konsep Sosiologi tentang Realitas Sosial dalam Masyarakat
1.      Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, dan antarkelompok dalam bentuk kerjasama ataupun persaingan. Interaksi sosial dilaksanakan berdasarkan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Syarat terjadinya adalah kontak sosial dan komunikasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial:
a)      Imitasi: kecenderungan meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
b)      Sugesti: sikap, pandangan, dan pendapat orang lain tanpa dipikir ulang.
c)      Simpati: suatu proses ketertarikan seseorang kepada pihak lain yang berkaitan dengan perilaku atau pemanpilan.
d)     Identifikasi: keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
e)      Empati: kemampuan untuk merasakan diri sendiri seolah-olah ikut merasakan hal yang dialami orang lain.
f)       Motivasi: dorongan dalam diri seseorang.

2.      Nilai dan Norma Sosial
Nilai sosial adalah prinsip standar atau kualitas yang berharga dan diinginkan masyarakat. Nilai merupakan kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku sosial. Nilai dianggap baik dan bersifat abstrak.
Norma adalah petunjuk atau patokan perilaku yang pantas dan dibenarkan dalam menjalani interaksi sosial dalam suatu masyarakat tertentu. Pelanggarnya akan dikenakan sanksi. Norma merupakan bentuk konkret/nyata dari nilai sosial yang ada di masyarakat.
3.      Sosialisasi dlam Proses Pembentukan Kepribadian
Fungsi sosialisasi:
a)      Membentuk pola perilaku individu berdasarkan kaidah, nilai dan norma sosial suatu masyarakat.
b)      Menjaga keteraturan hidup dalam masyarakat atas keseragaman pola tingkah laku berdasarkan nilai dan norma yang diajarkan.
c)      Menjaga integrasi kelompok dalam mayarakat.
4.      Penyimpangan Sosial
Perlaku menyimpang atau deviasi sosial adalah segala bentuk tutur kata atau perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial di masyarakat. Berdasarkan jumlah pelakunya, dibedakan atas penyimpangan individual (seseorang) dan penyimpangan kolektif (sekelompok masyarakat). Berdasarkan sifatnya penyimpangan dibedakan menjadi, penyimpangan primer, sekunder, positif dan negative.
5.      Pengendalian sosial
Pengendalian sosial melupakan alat atau cara yang digunakan masyarakat secara komprehensif untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan aturan, nilai dan norma sosial.
6.      Struktur Sosial
Struktur sosial merupakan jalinan unsur-unsur sosial. Menurut Soleman B. Taneko (pengarang buku Struktur dan Proses Sosial), unsur-unsur pokok struktur sosial:
a)      Kelompok sosial
b)      Lembaga sosial
c)      Kaidah/norma sosial
d)     Stratifikasi sosial
7.      Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial atau gerak sosial adalah suatu pola tertentu yang mengatur organisasi kelompok sosial. Berdasarkan tipenya, mobilitas sosial terbentuk secara horizontal, vertical, dan lateral.
8.      Lembaga Sosial
Menurut Koentjaraningrat, lembaga sosial adalah system terpola yang menjaga kelakuan individu dan berpusat pada aktivitas-aktivitas khusus untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Lembaga sosial bertugas memenuhi seluruh aktivitas khusus yang dilakukan masyarakat.
9.      Perubahan Sosial
Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan tersebut memengaruhi system sosial, termasuk nilai, sikap dan pola perilaku masyarkat.
10.  Penelitian Sosiologi
Untuk memperoleh rasa keingintahuan seseorang terhadap munculnya berbagai jenis gejala sosial. Seseorang harus berfikir secara logis dan sungguh-sungguh. Penelitian sosiologi terfokus pada realita sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk penelitian sosiologi:
1)      Pendekatan dan metode penelitian kuantitatif:
a)      Penelitian eksploratif
b)      Penelitian deskriptif
c)      Penelitian eksplanatoris
d)     Penelitian survey
e)      Penelitian eksperimen
f)       Penelitian expost-facto (penelitian komparatif)
2)      Pendekatan dan metode penelitian kualitatif:
a)       Penelitian deskriptif
b)      Penelitian studi kasus
c)      Penelitian historis
d)     Fenomenologi
                                                                                                                             II.            NILAI DAN NORMA SOSIAL
A.    Nilai Sosial
1.      Pengertian Nilai Sosial
Nilai sosial adalah prinsip standar atau kualitas yang dianggap berharga dan diinginkan oleh orang/masyarakat yang memegangnya.
2.      Proses Pembentukan Nilai Sosial
Nilai sosial lahir karena adanya kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Nilai sosial tersebut disepakati bersama oleh anggota masyarakat dengan tujuan untuk mencapai ketentraman hidup. Pembentukan suatu nilai dapat bersumber pada tiga hal, yaitu Tuhan (theonom), masyarakat (heteronom), dan individu (otonom).
Nilai yang bersumber dari ketiga hal tersebut mengalami proses penerimaan oleh masyarakat. Ada 3 proses penerimaan di masyarakat, yaitu melalui transformasi, diskusi, dan kritik.
3.      Ciri-Ciri Nilai Sosial
a)      Merupakan hasil interaksi anggota masyarakat
b)      Terbentuk melalui proses belajar
c)      Berbeda pengaruhnya pada masyarakat
d)     Memiliki pengaruh positif sekaligus negatif
e)      Berisi anggapan masyarakat secara umum
f)       Keberadaan nilai saling berkaitan
4.      Macam-Macam Nilai Sosial
a.       Berdasarkan cirinya:
(1)   Nilai dominan (dominant values)
(2)   Nilai instrumental (instrumental values)
(3)   Nilai yang mendarah daging (internalized values)
b.      Nilai berdasarkan fungsinya:
(1)   Nilai integrative
(2)   Nilai disintegratif
c.       Nilai menurut Prof. Notonagoro:
(1)   Nilai materiel
(2)   Nilai vital
(3)   Nilai rohani/spiritual
d.      Nilai menurut Clyde Kluckhohn:
(1)   Nilai mengenai hakikat hidup manusia
(2)   Nilai mengenai hakikat karya manusia
(3)   Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia
(4)   Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesame
(5)   Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
e.       Nilai menurut Walter G. Everett
(1)   Nilai-nilai ekonomis (ecomomic values)
(2)   Nilai-nilai rekreasi (recreation values)
(3)   Nilai-nilai perserikatan (association values)
(4)   Nilai-nilai kejasmanian (body values)
(5)   Nilai-nilai watak (character values)
5.      Fungsi Nilai Sosial
a.       Sebagai alat penentu kelas sosial
b.      Sebagai pedoman bertingkah laku
c.       Sebagai motivasi
d.      Sebagai alat solidaritas masyarakat
e.       Sebagai pengawas dan pembatasan

1. Pengertian Norma Sosial
Norma adalah petunjuk atau patokan perilaku yang pantas dan dibenarkan ketika menjalani interaksi sosial dalam masyarakat tertentu. Norma merupakan bentuk konkret atau nyata dari nilai sosial yang ada dalam masyarakat.
2. Proses Pembentukan Norma Sosial
Norma Sosial tumbuh melalui proses dalam masyarakat berdasarkan nilai yang dianut masyarakat tersebut. Dalam penerapannya, nila dapat berbeda antara satu masyarakat satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi dari masyarakat yang berbeda serta adanya perbedaan  kepentingan yang ada dalam masyarakat yang membutuhkan aturan yang nyata, tidak hanya sekedar nilai yang bisa saja berbeda antar masyarakat. Oleh karena itu, muncul norma yang memiliki sanksi jelas agar nilai yang masih abstrak tersebut dapat ditaati oleh masyarakat demi mencapai keteraturan sosial.
3. Ciri-ciri Norma Sosial
a. Merupakan Hasil Kesepakatan Bersama
b. Ada sanksi
c. Berupa Norma Tertulis dan Tidak Tertulis
d. Bersifat Dinamis
4. Macam-macam Norma Sosial
a. Berdasarkan Daya Ikatnya
1. Cara (Usage)
Suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan oleh individu-individu dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat.
2. Kebiasaan (Folkways)
Perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama serta dilakukan dengan sadar.
3. Tata Kelakuan (Mores)
Sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sikap-sikap hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tata kelakuan memaksakan suatu perbuatan da mengandung larangan atau panduan agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut.
4. Adat Istiadat (Customs)
Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat. Anggota masyarakat yang melanggar adat istiadat akan dikenai sanksi tegas, misalnya pengucilan atau dikenai hukum adat.
5. Hukum (Laws)
Sekumpulan aturan resmi dan tertulis dalam masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, serta larangan agar tercipta suatu keadilan. Pelanggaran terhadap sanksi yang hukum akan dikenai sanksi yang tegas berupa penjara dan denda sesuai ketentuan pengadilan.
b. Berdasarkan Sanksinya
1. Norma Kesopanan
Peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan cara bertingkah laku secara wajar.
2. Norma Kebiasaan
Sekumpulan peraturan yang dibuat bersama secara sadar atau tidak sadar yang emnjadi sebuah kebiasaan. Norma iniberasal dariperbuatan yang diulang-ulang seperti sebuah keluarga yang menerapkan kebiasaan bangun subuh.
3. Norma Mode
Norma yang berkaitan dengan cara dalam melakukan atau membuat sesuatu. Sifat norma berubah-ubah dan diikuti oelh sebagian orang. Mode/fashion biasanya berawal dari peniruan terhadap sesuatu yang dianggap terbaru.
4. Norma Kesusilaan
Peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak. Pelanggaran terhadap norma kesusilaan akan dikucilkan atau dicemooh.
5. Norma Agama
Memiliki sifat mutlak dan tidak dapat ditawar karena aturannya berasal dari Tuhan.
6. Norma Hukum
Aturan sosial yang dibuat oleh lembaga resmi tertentu. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat sanksi yang tegas berupa denda atau hukuman fisik.
c. Berdasarkan Resmi atau Tidaknya
1. Norma Tidak Resmi (Nonformal)
Dasar atau acuan yang dirumuskan secara tidak jelas dan dalam pelaksanaanya tidak wajib bagi masyarakat.
2. Norma Resmi (Formal)
Acuan yang dirumuskan dan diwajibkan secara jelas dan tegas. Norma ini dibuaat oleh pihak yang berwenang seperti polisi.
5. Fungsi Norma Sosial
a. Sebagai Pedoman Bertingkah Laku
b. Sebagai alat untuk Menertibkan dan Menstabilkan Kehidupan Sosial
c. Sebagai Sistem Kontrol dalam Masarakat
d. Sebagai Benteng Perlindungan
e. Sebagai Alat Pemersatu Anggota Masyarakat
C. Penerapan Nilai dan Norma Sosial
1. Peran Nilai dan Norma dalam Masyarakat
a. Sebagai Petunjuk Perilaku yang Benar
b. Sebagai Pengatur Sistem dalam Masyarakat
c. Sebagai Pelindung Bagi Pihak yang Lemah
d. Sebagai Khazanah Budaya Masyarakat
e. Sebagai Alat Pemersatu Masyarakat
2. Pelanggaran Terhadap Nilai dan Norma
a. Kejahatan Tanpa Korban (Victimless Crimes)
b. Kejahatan Terorganisasi (Organized Climes)
c. Kejahatan Terorganisasi Transnasional (Transnasioanl Organized Climes)
d. Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crimes)
e. Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crimes)
f. Kejahatan Perusahaan (Corporate Crimes)
3. Upaya Mengatasi Pelanggaran Terhadap Nilai dan Norma
a. Mempertebal Keyakinan Anggota Masyarakat
b. Memberi Penghargaan Kepada Warga Masyarakat yang Taat
c. Mengembangkan Rasa Malu
d. Mengembangkan Rasa Takut
III. Interaksi Sosial
A.Interaksi Sosial Dalam Masyarakat
1. Syarat Interaksi Sosial
A. Kontak Sosial
                        1. Berdasarkan Caranya
a. Kontak Sosial Langsung, artinya pihak komunikator menyampaikan pesan secara langsung kepada pihak komunikan. Kontak sosial dapat terbentuk secara bertatap muka (face to face) atau menggunakan media.
b. Kontak Tidak Langsung, artinya komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga tanpa adanya alat komunikasi
                        B. Berdasarkan Prosesnya
a. Kontak Sosial Primer, artinya hubungan sosial antar komunikator dengan komunikan terjadi secara langsung.
b. Kontak Sosial Sekunder, artinya komunikator menyampaikan pesannya melaui pihak ketiga atau media komunikasi
B. Komunikasi
1. Komunikasi Antarpribadi
2. Komunikasi Kelompok
3. Komunikasi Organisasi
4. Komunikasi Sosial
5. Komunikasi Massa
2. Ciri-ciri Interaksi Sosial
a. Jumlah pelaku 2 orang atau lebih
b. Adanya komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol
c. Adanya tujuan yang akan dicapai
d. Adanya dimensi waktu meliputi massa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
C. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
a. Imitasi, yaitu meniru sikap,tindakan, tingkah laku atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan
b. Sugesti, yaitu sikap, pandangan dan pendapat orang lain yang diterima tanpa pikir ulang
c. Simpati, yaitu proses keterkaitan seseorang kepada pihak lain yang berkaitan dengan perilaku atau penampilan
d. Identifikasi, yaitu kecendrungan atau keinginn dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain
e. Empati, yaitu kemampuan seseorang untuk mengolah emosi seakan mengalami kondisi yang dirasakan oleh orang lain
f. Motivasi, yaitu dorongan dari dalam diri seseorang yang bisa muncul dari diri sendiri ataupun orang lain.
4. Jenis Interaksi Sosial
a. Interaksi antar Individu dengan Individu
b. Interaksi antar Individu dengan Kelompok
c. Interaksi antar Kelompok dengan Kelompok
5. Bentuk Interaksi Sosial
a. Proses Asosiatif
1. Kerja sama (Kooperasi)
2. Akomodasi
3. Asimilasi
4. Amalgamasi
5. Akulturasi
b. Proses Disosiatif
1. Persaingan/Kompetensi
2. Pertentangan (Pertikaian/Konflik)
3. Kontravensi
C. Sifat Interaksi Sosial
a. Aksidental
b. Berulang Secara Terus Menerus
c. Teratur
d. Resiprokal
7. Hubungan Interaksi Sosial dengan Tindakan Sosial
a. Rasionalitas Instrumental
b. Rasionalitas yang Berorientasi Nilai
c. Tindakan Tradisional
d. Tindakan Afektif
B. Pola Keteraturan dan Dinamika dalam Interaksi Sosial
1. Keteraturan Sosial
a. Proses Terbentuknya Keteraturan Sosial
            1. Pola
            2. Order
            3. Keajekan
            4. Tertib Sosial
b. Faktor Pendukung Konformitas dalam Keteraturan Sosial
            1. Sosialisasi
            2. Lembaga Sosial
            3. Pengendalian Sosial
c. Faktor Pendorong Keteraturan Sosial
1. Adanya nilai dan norma sosial dalam struktur sosial
2. Dilaksanakanya proses sosialisasi untuk menerapakan nilai dan norma sosial dalam kepribadian individu
3. Individu atau kelompok wajib melanjutkan dan memahami peran nilai dan norma sosial secara regenerasi  (proses internalisasi dan ekulturasi)
4. Berfungsinya sistem pengendalian sosial dalam kehidupan masyarakat.
5. Terdapat lembaga sosial yang mengorganisasikan seluruh kebutuhan dan aktivitas anggota masyarakat
d. Keteraturan Sosial dalam Masyarakat Multikultural
- Sistem sosial dapat terintegrasi berdasarkan :
            1. Adanya konsesus masyarakat mengenai nilai sosial yang bersifat fundamental   
2. Seluruh masyarakat menjadi satu kesatuan sosial (cross-cutting affiliations) hingga menumbuhkan hubungan beberapa kelompok yang saling silang (cross-cutting loyalities)
- Menurut William F.Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terbentuknya integrasi sosial adalah
1. Anggota masyarakat merasa berhasil untuk saling mengisi kebutuhan satu dengan kebutuhan yang lain
            2. Masyarakat menciptakandan menyepakati terbentuknya nilai dan norma sosial
3. Nilai dan norma sosial berlaku cukup lama, dijalankan secara konsisten, dan tidak mudah mengalami perubahan sehingga terbentuk aturan baku untuk melaksanakan proses interaksi sosial
2. Dinamika Sosial
a. Pengertian Dinamika Sosial
1. Selo Soemardjan, segala bentuk perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan tersebut memengaruhi sistem sosial meliputi nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok masyarakat.
2. William F.Ogburn perubahan sosial terjadi ketika unsur materiel memberi pengaruh terhadap unsur immateriel.
3. Kingsley Davis, perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Struktur sosial mencakup lembaga sosial, kelompok sosial, norma-norma sosial dan staritifikasi sosial.
b. Fakor Penyebab Dinamika Sosial
1. Faktor Intern
            a. Kaktor Demografi
            b. Penemuan Baru
            c. Konflik atau Pertentangan
            d. Pemberontakan atau Revolusi
2. Faktor Ekstern
            a. Perubahan Kondisi Geografis
            b. Peperangan
            c. Pengaruh Kebudayaann Masyarakat Lain
c. Faktor Penghambat Dinamika Sosial
1.        Prasangka terhadap hal-hal baru
2.        Rasa takut terjadinya kegoyahan kebudayaan
3.        Adat istiadat yang masih sangat kuat
4.        Hubungan dengan masyarakat lain yang masih kurang
5.        Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat
6.        Adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat
7.        Hambatan yang bersifat ideologis
d. Hubungan Dinamika Sosial dengan Struktur Sosial
Ciri-ciri struktur sosial yang dapat memengaruhi dinamika sosial sebagai berikut :
1.        Terdapat pada kelompok masyarakat
2.        Bersifat dinamis
3.        Berkaitan dengan kebudayaan


DAFTAR PUSTAKA
LKS SOSIOLOGI kelas X semester  1 Intan Pariwara          

7 komentar:

  1. terimakasih, sangat bermanfaat buat tambahan materi UN nanti

    BalasHapus
  2. trimakasih ya,ini sangat bermanfaat buat saya

    BalasHapus
  3. Terima kasih ya ini sgt bermanfaat buat saya untuk menghadapi ujian nasional nanti

    BalasHapus
  4. SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN ,,TANKS FOR ALL

    BalasHapus

welcome to my blog....!!
variety of information here, hopefully you're satisfied with the existing information on my blog..